Banyuputih – Dalam upaya meningkatkan kemampuan baca kitab kuning di kalangan santri sejak dini, MTs Al-Istiqomah mulai menerapkan Metode Amtsilati untuk siswa kelas 7 di tahun ajaran 2025/2026. Program ini merupakan langkah strategis madrasah dalam menjawab kebutuhan pembelajaran kitab kuning yang sistematis, praktis, dan terukur.
Metode Amtsilati sendiri merupakan metode cepat membaca kitab kuning tanpa harakat yang dikembangkan oleh KH. Taufiqul Hakim dari Pondok Pesantren Darul Falah Bangsri, Jepara. Metode ini telah terbukti membantu ribuan santri memahami gramatika Arab (nahwu-sharaf) secara praktis dan menyenangkan.

Pelaksanaan program ini akan dibimbing oleh tiga guru berpengalaman, yaitu Ust. Nurminto, Ust. Amin Taufiq, dan Ust. Haryoto. Ketiganya merupakan alumni Program Akselerasi Mutu Ustadz Pondok Pesantren/Madrasah Diniyah Takmiliyah Tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah di Pondok Pesantren Darul Falah (Amtsilati) Bangsri, Jepara.
Program ini dirancang untuk diselesaikan dalam dua tahun pembelajaran, dengan target seluruh peserta didik kelas 7 dapat lulus program dan mendapatkan sertifikat resmi Amtsilati pada akhir kelas 8.
Kepala MTs Al-Istiqomah menyampaikan bahwa penerapan metode ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan keagamaan di madrasah. “Kami ingin siswa tidak hanya mampu membaca kitab, tapi juga memahami isi dan maknanya dengan baik. Dengan metode Amtsilati, kami yakin proses itu akan lebih cepat dan menyenangkan bagi para santri,” ungkap beliau.
Dengan dimulainya program ini, MTs Al-Istiqomah berharap dapat mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga kuat dalam ilmu agama dan tradisi pesantren.
Baca Juga : MTs Al-Istiqomah Jalankan Program Sorogan dan Bandungan Kitab Kuning Tahun Ajaran 2025/2026